AKU CUMA HAMBA HINA LAGI BANYAK DOSA.TIDAK LAYAK BERGELAR PENCINTA_TARBIAH

Sesungguhnya sebaik-baik tarbiah adalah tarbiah Allah.

SYIAH

Syiah atau Shi'a (شيعى) merujuk kepada satu aliran dalam Islam yang mengutamakan Ali bin Abi Thalib dan keturunannya kerana mendakwa Ahlul Bait yang disebut dalam Surah 33 Ayat 33 al-Quran, merujuk kepada Ali, Fatimah, Hasan dan Hussein. Golongan ini berpendapat Ali sepatutnya menjadi pemimpin pertama umat Islam (Amirul Mo'mineen) selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w. kerana Nabi s.a.w. sendiri mewasiatkan Ali sebagai Mawla selepas baginda (Ghadir Khum)). Perbalahan pendapat mengenai kepimpinan umat Islam selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w. memecahkan umat Islam kepada dua golongan utama yaitu golongan majoriti Sunni yang tidak mengutamakan Ali dan golongan yang kedua terbesar dalam Islam, Syiah.

Syiah Islam, seperti Sunni Islam, kadang kala berpecah kepada cabang-cabang yang lebih kecil. Hanya 3 cabang yang kini mempunyai bilangan pengikut yang besar. Yang paling terkenal dan terbesar ialah golongan Syiah Imam Duabelas atau Imamiyyah/Ja'fariyyah (Twelvers /(اثنا عشرية iṯnāʿašariyya) yang merangkumi 90% penduduk di Iran dan sebahagian besar penduduk Iraq. Golongan Syiah yang lebih kecil termasuklah Ismailiyyah, Zaidiyyah dan Syiah Imam Bertujuh. Alawiyyah dan Druze juga menganggap diri mereka Syiah meskipun mereka tidak sentiasa diiktiraf oleh Syaih lain. Tarikat-tarikat Sufi beraliran Syiah termasuklah Tarikat Alevi, Bektashi Hamadani dan Fatimid. Dua puluh peratus dari penduduk Turki adalah mengikut tarikat Alavi sementara Lubnan dan Siria pula mempunyai bilangan besar golongan Druze dan Alawi.

Pergerakkan Hizbollah di Lubnan adalah dari golongan Syiah Imam Duabelas.

Mengikut pandangan Syiah

Pengertian syiah mengikut pandangan syiah sendiri adalah seperti berikut:

Perkataan Syiah (mufrad) disebut sebanyak empat kali dalam al-Qur'an dan ia memberi erti golongan atau kumpulan;pertama dalam Surah as-Saffat: 83-84, firman Tuhan yang bermaksud,"Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk Syiahnya (golongannya), ingatlah ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci".

Kedua,dalam Surah Maryam: 69, firman Tuhan yang bermaksud,"Kemudian pasti Kami tarik dari tiap-tiap golongan (Syiatihi) siapa antara mereka yang sangat derhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah".

Ketiga dan keempat adalah Surah al-Qasas: 15, firman Tuhan yang bermaksud,"Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya dalam kota itu dua orang lelaki yang berkelahi; yang seorang dari golonganya (Syiatihi) (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (Syiatihi) meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya".

Sementara itu, ada perkataan Syiah dalam Hadith Nabi SAW lebih dari tiga kali, antaranya disebut oleh Imam as-Suyuti dalam tafsirnya Durr al-Manthur, Beirut, Jilid 6, hal.379 - Surah al-Bayyinah, Nabi SAW bersabda:"Wahai Ali, engkau dan Syiah engkau (golongan engkau) di Hari Kiamat nanti keadaannya dalam redha dan diredhai", dan sabdanya lagi:"Ini (Ali) dan Syiahnya (golongannya) (bagi) mereka itulah yang mendapat kemenangan di Hari Kiamat nanti".

Dengan ini kita dapati bahawa perkataan Syiah itu telah disebutkan dalam al-Qur'an dan Hadith Nabi SAW.

Yang dimaksudkan oleh kebanyakkan para ulama Sunni sebagai Syiah yang menyeleweng ialah golongan Syiah yang selain daripada Imamiyyah/Ja'fariyyah dan Zaidiyyah, yang diringkaskan sebagai Ghulat kerana mendewakan Ali. Golongan Ghulat juga ditolak oleh ulama-ulama Syiah Imamiyyah sendiri.

Imam al-Ghazali dalam bukunya Mustazhiri menentang keras Syiah ghulat kerana ia mengandungi pengajaran Batiniah. Imam Ja'far as-Sadiq AS, generasi kelima keturunan Ali bin Abi Talib dan Fatimah Zahrah, pula menyatakan Syiah ghulat tidak boleh dikahwini dan diadakan sebarang urusan keagamaan kerana aqidah mereka bertentangan dengan al-Qur'an dan Hadith. Golongan Syiah Imamiyyah mengganggap Ja'far as-Sadiq AS sebagai imam keenam umat Islam.

Sila rujuk: Al Jam'iyah Al Khairiyah

Aqidah

5 perkara menjadi Rukun Kepercayaan atau Usūl al-Dīn bagi golongan Muslim Syiah:

* Tawhid - Bahwa Allah itu Satu
* Nubuwwah - Bahwa Nabi dan Rasul yang ma'asum dilantik oleh Allah untuk mengajar and membimbing manusia. Muhammad s.a.w. merupakan Nabi dan Rasul terakhir.
* Qiyamah - Bahwa Allah s.w.a. akan membangkitkan manusia untuk pengadilan di Hari Kiamat
* Adalah - Bahwa Allah s.w.a. itu Adil
* Imammah - Bahwa Allah s.w.a melantik orang-orang tertentu sebagai pemimpin umat manusia, yaini sebagai Imam. Umat manusia sentiasa ada seorang Imam dan hanya seorang Imam sahaja boleh wujud pada bila-bila masa. Sesetengah Rasul adalah Imam dan juga Rasul. Contohnya Nabi Ibrahim a.s. yang merupakan Nabi, Rasul dan Imam. Tidak semua imam adalah Nabi atau Rasul pula. Contohnya Imam Ali, yang bukannya seorang Rasul maupun seorang Nabi tetapi Imam.

Dipetik dari Wikipedia Bahasa Melayu

Surat Untuk Calon Istriku

Assalamualaikum wr.wb

Untuk Bunda,,calon istriku….flower

Tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. Aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.”

*******

Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari NANTI aku harus mengambil satu TANGGUNGJAWAB yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu DIRIMU. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk BERTEMU denganmu.

*******

Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah SEBAGIAN DARIKU dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.

*******

Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. Diriku memakai jubah, disangka syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf disangka dai. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”

*******

Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia MENUNGGU diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.

*******

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku akan MELAMARMU, akan ku lihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

*******

“Nikahilah wanita karena empat perkara” keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih AGAMA engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pembatas diri kita. Akan ku jadikan AKAD NIKAH itu sebagai cap HALAL untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan PERNIKAHAN yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

*******

Dari Ayah,calon suamimu… flower

Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu

Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu

Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu

Why Robert T. Kiyosaki and Donald Trump Recommend Network Marketing

I was searching for an old issue of Success Magazine in a bookstore featuring a network marketing company when I found an article about network marketing written by Robert Kiyosaki and Donald Trump.

The featured article goes like this, Trump/Kiyosaki: Why We Recommend Network Marketing and it was published by Success Magazine on April 2007.

The article caught my attention because I know Robert Kiyosaki because of his best-selling book Rich Dad Poor Dad. I also have a collection of his books. Donald Trump was his co-author in this article. And I also have a copy of Donald Trump's book Think Big And Kick Ass.

I became interested in that article because I was wondering why these two business giants recommend network marketing.

Robert Kiyosaki said he was against network marketing when he first heard about it. But after opening his eyes, he began to see advantages that few other business opportunities offer. He said that Network Marketing is the industry for people who want to change their lives.

Network Marketing Is a B-Quadrant Business

In the Cashflow Quadrant, the second book in the Rich Dad series of books, Robert Kiyosaki discusses the four quadrants. The four quadrants are the following;

E- for employees

S- for self - employed

B - for business owner

I - for investor

He recommends a network marketing business if we are in E or S quadrants and we want to change to B quadrant, because many network marketing companies provide personal - development , necessary skills, and attitude training to be successful in B quadrant.

According to him, a true network marketing business is the exact opposite of a traditional business model because a real network marketing business is designed to bring you to the top and not keep you at the bottom. A true network marketing company does not succeed unless it brings people to the top.

In his book Cashflow Quadrant, he further stressed that he endorse any network marketing company that is first committed to developing you as a human being, more than developing you as a salesperson.

The following are points worth mentioning about network marketing:

1. Tax break increase. If you start a network marketing business in your spare time while keeping your regular job, you will begin to gain the tax advantages. A person with part-time business can take more tax deductions than employees can. Of course it is important to consult and check it with CPA for exact rulings about your tax situation.

2. Meet like-minded people. We have a saying that goes like this, "Birds of the same feather, flock together." This is also true in network marketing. We can meet people with the same interest and share a common goal. It is important that we surround ourselves and mingle with people with the same aspirations.

3. Give yourself time. Becoming successful does not happen in just a flick of an eye. It always take time. It requires dedication and patient on the part of a person.

4. Network marketing companies are patient.The beauty of a network marketing companies is that it will invest in you. Many network marketing companies provide trainings for its independent distributors because they want you to become successful. Because if you will not become successful, their business will not also become successful. After all, their goal should be brought you to the top and not keep you at the bottom.

5. Leverage the systems already in place. You will not find it hard to create a new system because the system is already built and proven.

On the other hand, Donald Trump pointed out the following about network marketing:

1. It requires an entrepreneurial spirit, focus and perseverance.

2. Network marketing is inherently social.

3. Network marketing has proven itself to be a viable and rewarding source of income.

Donald Trump also advises to do your research and put everything you've got into your product. He added that genuine enthusiasm is hard to beat and the odds will be with you.

For more information about this, I highly recommend you take your time to read the book CashFlow Quadrant and find a copy of Success Magazine Volume 3 Issue 4 April 2007.

In conclusion, network marketing is generally a good business for those people who want more out of their lives and become in a B Quadrant.





Nikah Khitbah satu Alternatif

from http://episodeperjuangan.blogspot.com

Permudahkan Nikah Cegah Penzinaan

1. Sedang pelbagai pihak seperti buntu mencari penyelesaian kepada barah sosial yang menjurus kepada pergaulan dan seks bebas [ zina ] serta rogol dan buang bayi berleluasa pada hari ini , Dewan Pemuda PAS menyarankan satu program atau projek besar iaitu " Taysir az Ziwaj " dilaksanakan , khasnya oleh pihak berwajib.

2. Taysir Az Ziwaj ialah " Permudahkan Proses Perkahwinan " terutama kepada anak - anak muda yang tidak berkemampuan dari segi material untuk mendirikan rumahtangga tetapi dalam masa yang sama mempunyai keinginan yang tinggi untuk hidup berpasangan .

3. Islam adalah agama yang penuh dengan rahmah dan berkah. Ia diutuskan oleh Allah swt Tuhan yang mencipta manusia bukan untuk menghalang atau menidakkan keperluan manusia seperti keinginan [ nafsu ] syahwah dan sebagainya tetapi Islam datang untuk membetulkan dan memandu manusia agar melunas keinginannya secara yang betul , benar dan baik .

4. Gejala seks bebas [ zina ] dan rogol adalah angkara nafsu yang tidak terkawal dan ia disalurkan secara tidak betul , tidak benar dan membawa keburukan kepada diri dan orang lain . Sedang Islam menggalakkan perkahwinan [ aqad nikah ] agar hati manusia tenteram dan tenang serta nafsu dapat dikawal . Ini membawa kebaikan kepada semua ummat manusia .ala

Firman Allah swt yang bermaksud :

dan kahwinkanlah orang - orang bujang [ lelaki dan perempuan ] dari kalangan kamu dan orang - orang yang soleh dari hamba - hamba kamu , lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin , Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya kerana Allah swt Maha Luas rahmat dan kurniaNya lagi Maha Mengetahui .

An Nuur : Ayat 32

5. Perkahwinan yang digalakkan oleh Islam ini sewajarnya dipermudahkan prosesnya agar generasi muda negara tidak liar dan kemaruk nafsu lalu terjebak dalam kancah seks bebas [ zina ]. Memudahkan prosesnya boleh dilakukan oleh pihak berwajib [kerajaan] seperti [ sekadar menyebut beberapa contoh ] :

* Memberi peruntukan kepada pasangan muda yang ingin berkahwin
* Memberi insentif sebagai galakan berkahwin
* Mengurangkan karenah birokrasi yang menyulitkan
* Kursus dan khidmat bimbingan perkahwinan secara percuma
* Menganjurkan perkahwinan beramai - ramai yang menjimatkan
* Mendidik masyarakat dengan budaya sederhana dalam majlis perkahwinan
* Merendahkan hantaran perkahwinan

6. Antara kaedah mempermudahkan proses perkahwinan ini ialah Nikah Khitbah atau dalam bahasa mudah disebut oleh masyarakat kita sebagai Nikah Gantung . Nikah Khitbah adalah sama seperti nikah biasa mengikut hukum dan perundangan Islam yang mempunyai 5 rukunnya iaitu :

* Suami
* Isteri
* Wali
* Saksi
* Aqad [ Ijab Qabul ]

cuma bezanya ialah pasangan pengantin [ suami isteri ] tidak tinggal serumah dalam tempoh - tempoh tertentu kerana beberapa keadaan seperti [sekadar menyebut beberapa contoh] :

* Masih menuntut di kolej atau uniersiti
* Tidak mempunyai kemampuan menyewa rumah
* Belum bersedia menanggung komitmen kehidupan berumahtangga

justeru itu , buat tempoh tertentu pasangan suami isteri yang telah dinikahkan itu tinggal berasingan [ atas persetujuan bersama kedua - dua pihak ] dan barangkali tinggal bersama keluarga masing sehinggalah mereka merasakan segala halangan diatas telah selesai dan mereka benar - benar bersedia mengharungi kehidupan berumahtangga yang besar tanggungjawabnya.

7. Kelebihan Nikah Gantung ini ialah mereka adalah pasangan suami isteri yang sah mengikut hukum agama dan undang - undang negara . Andai dalam tempoh itu mereka bertemu , keluar makan , dating , study bersama bahkan kalau mereka terlanjur sekalipun mengadakan hubungan seks , maka apa yang mereka lakukan itu tidak salah atau tidak haram .

8. Andai berlaku kehamilan , maka pasangan itu tidak perlu panik terutama pihak gadis yang hamil kerana ia menghamilkan anaknya yang sah nasab [ keturunan ] . Bahkan nanti mereka tidak perlu malu dan menjauhkan diri dari keluarga kerana keluarga pula akan menyambut kedatangan bayi itu dengan bangga dan bermaruah .

9. Kes buang bayi yang berleluasa hari ini rata - ratanya adalah ekoran rasa panik dan hilang pertimbangan akibat malu dan hilang maruah dari pasangan terbabit. Malah mereka juga takut untuk kembali kepangkuan keluarga justeru mereka mengetahui bahawa hubungan mereka salah dan mereka hamil hasil hubungan terlarang . Ia memalukan keluarga dan mencemarkan maruah bangsa dan agama . Akhirnya , jalan pintas dan terdesak yang ada pada mereka ialah buang bayi tersebut dengan harapan selesai masaalah dan beban yang mereka hadapi tanpa mereka menyedari bahawa akan mencetus bencana yang lebih parah kepada sosial negara .

10. Sebenarnya Nikah Khitbah ini pernah dilakukan dalam masyarakat Arab . Menurut amalan tersebut , sewaktu majlis pertunangan , ia dilangsungkan sekali dengan majlis aqad nikah [ halflun nikah ] tetapi mempelai tidak boleh tinggal sekali [serumah] sehingga berlangsungnya pula majlis perkahwinan [haflul Qiran] . Terkadang tempoh itu [ antara pertunangan dan perkahwinan menjangkau tahun lamanya.]

11. Dalam masyarakat Melayu , amalan ini sebenarnya pernah diamalkan sebelum ini dengan nama Nikah Gantung . Ia pernah di kaji oleh beberapa Anthropologist seperti Paletz , Djamour dan Jones. Mereka mengistilahkan Nikah Gantung sebagai "Suspended Marriage Contract" iaitu satu fenomena sosial yang diamalkan oleh masyarakat Islam di Asia tenggara .

12. Malah menurut Abdul Jalil Borhan , perkara yang berkaitan dengan Nikah Gantung terdapat dalam seksyen 112 [dalam bahagian 5] enakmen Pentadbiran Agama Islam Johor.

Perbahasan Hukum

13. Salah satu dalil yang digunakan oleh sebahagian para alim ulama' ialah Perkahwinan Rasulullah saw dengan Aishah rha. menurut hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim , Rasulullah saw telah mengahwini Aishah ketika berumur 6 tahun dan hanya duduk serumah ketika Aishah berumur 9 tahun . Hadis ini menjadi dalil berlakunya aqad nikah , maka bukan menjadi kewajipan bagi mempelai untuk terus tinggal serumah terutama atas persetujuan kedua pihak untuk beberapa tempoh yang dipersetujui.

14. Apabila pasangan pengantin [ nikah gantung ] bersetuju untuk tinggal berasingan kerana beberapa perkara yang diambil kira seperti yang saya sebutkan di atas tadi , maka tidaklah berbangkit isu nafkah batin [ jima' \ bersetubuh ] . Apa yang timbul ialah perbahasan dari segi nafkah zahir [ material ] . Berkait perkara ini , kita mempunyai beberapa pandangan :

a] Mazhab Zahiri seperti yang dinyatakan oleh Ibn Hizam iaitu nafkah ini [ nafkah zahir ] wajib dengan berlakunya aqad , maka selepas sahaja aqad nikah , suami wajib memberi nafkah zahir kepada isterinya .

b] Pandangan Jumhur ulama' iaitu nafkah zahir itu hanya wajib apabila isteri memenuhi syarat - syarat tertentu seperti isteri menyerahkan diri kepada suami [ berpindah ke tempat suami ] , boleh melakukan istimta' [ mengambil keseronokan] , jima' [ bersetubuh ] , isteri tidak keluar rumah tanpa izin suami dan seumpamanya .

15. Nikah khitbah dapat disimpulkan bahawa : bebanan nafkah itu tidak diwajibkan ke atas suami sekiranya kehidupan biasa suami isteri belum berlaku . Bagaimanapun sekiranya suami isteri tersebut keluar bersama , maka tiada halangan dari segi hukum syara' kerana mereka adalah suami isteri yang sah. Demikian juga andai berlaku kehamilan maka bayi itu sah dan mereka boleh menjalani kehidupan berkeluarga seperti biasa yang sah. Tidak perlulah mereka melarikan diri , buang bayi dan menggugurkan bayi atau membunuhnya .

16. Tegasnya saya sebutkan disini , terutama kepada pihak berkuasa agama , ibu bapa dan seluruh anggota masyarakat termasuk anak - anak muda agar mereka kembali kepada cara hidup Islam . Walaupun nikah gantung ini kelihatan seperti baru dalam negara kita bagi sesetengah pihak , tetapi ia lebih baik dari kita membiarkan anak - anak gadis dan teruna kita berpeleseran , bergaul bebas lalu akhirnya mereka terjebak dalam kancah seks bebas dan penzinaan yang memalukan . Bukan sahaja maruah keluarga dan agama tercalar , murka Allah swt itulah yang paling ditakuti .

Do'a Malaikat jibril Menjelang Ramadhan

Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
- Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
- Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
- Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan "Amiin" sebanyak 3 kali.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya belum menge-check lagi keshohihan hadist tersebut. Namun tidak ada salahnya kita mempraktiskan apa yang disampaikan, selagi itu baik.
Untuk itu, selagi masih ada hayat dikandung badan. Selagi detik jantung belum berhenti, izinkan saya untuk memohon maaf kepada semua rakan sekalian, atas segala khilaf selama ini. Semoga Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berjumpa dengan Ramadhan. Amieen..

Baitu muslim Kakngah dan Ust azli(abgngah)




Saja nak kongsi gmbr2 kawen kak ku dgn abg ipar aku yg lepas,lmbt skit upload,huhu,kak aku merupakan ex-dq(2001-2004) dan uia (2004-2009) manakala abg ipar aku ex dq juga dan melanjutkan pelajaran ke mesir,mrk bertemu di bwh satu tarbiah satu perjuangan,disatukan oleh murabbi tercinta mrk Ust Zambri Shafik

p/s takziah juga buat junior seperjuangan ukhti fatimah yg meninggal baru ni

Sudahkah kamu berusaha untuk bersedia menjadi suami?

Dua hari lepas, semasa makan-makan dengan ahli rumah, timbul perbincangan berkenaan bila dah jadi suami nanti. Biasanya, apabila disebut fasal perkahwinan, orang sibuk membicarakan perihal pasangan yang hendak dikahwininya. Tetapi yang terharunya saya dalam perbincangan tengah makan itu, kami membicarakan bagaimana keadaan diri kami untuk menjadi suami.

“Al-Quran pun tak banyak baca.”

“Masjid pun tak istiqomah pergi”

“Subuh pun liat nak bangun”

“Kekemasan rumah pun susah nak jaga”

Ya. Bagaimana agaknya bila sudah berkahwin? Mungkin orang sibuk berfikir bagaimana mendalamnya cinta mereka kepada pasangan mereka boleh pergi selepas kahwin nanti. Tetapi entah kenapa, saya berfikir apakah aku ini mampu nak didik isteri dan anak? Mampu nak pimpin mereka untuk dapat redha Allah? Mampu nak didik mereka untuk menghala ke syurga?

Kalau kita berhenti pada persoalan mampu atau tidak, sudah bersedia atau tidak, mungkin hingga mati kita tidak akan dapat jawapannya kalau sekadar berfikir-fikir demikian. Maka saya mewujudkan satu persoalan lain yang lebih ‘bumi’ untuk difikirkan.

“Sudahkah kita berusaha bersungguh-sungguh untuk menjadi suami yang baik?”


Realiti sebuah pekahwinan

Seronok bila kahwin. Saya tak pernah nampak lagi orang yang berduka bila hendak berkahwin. Tetapi saya suka, dalam keseronokan perkahwinan, seseorang itu perlu memandang bahawa perkahwinan adalah gerbang kepada dunia yang lebih besar dan panjang. Jangan dilihat bahawa perkahwinan itu adalah Majlis Perkahwinan yang dihadiri ramai orang, tempohnya hanya sehari, disertai pelbagai program dan majlis makan sahaja. Tetapi selepas Majlis Perkahwinan itu wujud satu perjalanan panjang. Dan bukan keseronokan sahaja yang wujud di dalamnya.

Kita akan tinggal dengan pasangan kita dalam kebanyakan masa 24 jam sehari. Tidur dengannya, bangun dengannya, makan dengannya, tinggal bersamanya, dan bila ada masalah serta cabaran kita bersamanya. Dan tiada orang pada saya, bercita-cita berkahwin hanya sehari dua.

Kemudian bila Allah izin dapat anak, dengan anak pun sedemikian. Kita bersamanya dalam kebanyakan masa 24 jam sehari. Dan saya tak rasa ada orang yang nak anak dia mati selepas 2-3 hari.

Bersama mereka. 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, dan entah berapa tahun dalam kehidupan kita. Majoritinya mencecah puluhan.

Kalau tak berusaha untuk bersedia, apakah akan terjadi sepanjang pengharungan alam yang panjang itu?


Suami adalah contoh

Bayangkan ya, dalam sepanjang kehidupan kita berumah tangga nanti, kita adalah seorang yang selalu bangun lewat subuh, jarang sungguh membaca Al-Quran, tidak pula menjaga kebersihan, apatah lagi masih suka melakukan dosa, bagaimana agaknya pasangan kita?

Ini adalah tanggungjawab besar selain memberikan nafkah. Menjadi contoh yang baik kepada isteri dan anak-anak.

Saya tidak dapat membayangkan kita bangun lewat Subuh dan isteri ikut bangun lewat sama kerana kita tak bangun awal Subuh. Anak juga kemudiannya terbiasa bangun lewat Subuh sebab kita tak kejutkannya Solat Subuh.

Saya tidak dapat membayangkan kita jarang sungguh membaca Al-Quran sehingga isteri pun rasa tidak mengapa tidak membaca Al-Quran. Anak juga kemudiannya rasa susah hendak suka dengan Al-Quran sebab kita pun jarang membaca Al-Quran.

Saya tidak dapat membayangkan kita masih suka buat dosa, jauh daripada Allah, sehingga isteri pun nanti rasa tidak kisah atas hal yang sama kerana merasakan itu perkara biasa. Anak juga kemudiannya rasa yang dosa itu bukan dosa sebab dia melihat kita melakukannya seakna itu perkara halal dan mendapat pahala sahaja.

Bagaimana? Tidakkah terasa bahawa berusaha ke arah persediaan adalah sesuatu yang urgen?


Yang akan dipersoal di akhirat

Suami, bapa, ketua keluarga, itulah yang paling berat persoalannya di hadapan Allah kelak. Satu perkara yang kita perlu ingat adalah kita akan dibangkitkan di hadapan Allah dan akan dipersoalkan. Maka bagaimana agaknya persediaan kita untuk menjawab persoalan Allah akan hal keluarga kita?

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu (berhala); neraka itu dijaga dan dikawal oleh malaikat-malaikat yang keras kasar (layanannya); mereka tidak menderhaka kepada Allah dalam segala yang diperintahkanNya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan segala yang diperintahkan.” Surah At-Tahrim ayat 6.

Bagaimana pula kalau kita yang menjadi penyebab mereka ke neraka? Bukankah itu menyedihkan?

“Katakanlah lagi: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi (dengan sebenar-benarnya) ialah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri dan keluarga mereka pada hari kiamat (dengan sebab perbuatan mereka memilih kekufuran atau kederhakaan). Ingatlah, yang demikian itulah kerugian yang jelas nyata.” Surah Az-Zumar ayat 15.

Adakah kita hendak menjadi orang yang merugikan diri dan keluarganya sekali?

Ketahuilah. Kahwin itu bukan sekadar majlis perkahwinan, dan tanggungjawabnya bukan sekadar nafkah.

“Dan perintahkanlah keluargamu serta umatmu mengerjakan sembahyang, dan hendaklah engkau tekun bersabar menunaikannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, (bahkan) Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan (ingatlah) kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” Surah Toha ayat 132.

Dan yang hendak memerintah, pastinya perlu melakukannya bukan?


Memang kalau nak tunggu sempurna tak akan sempurna

Memang kalau sekarang kita tanya diri kita, apakah aku telah sempurna untuk berkahwin, nak jadi contoh, memang tak akan kita mampu jawab sempurna. Jadi, apakah kita tidak boleh berkahwin sebelum sempurna?

Tidak. Saya tidak kata demikian. Memang tidak akan ada manusia yang sempurna.

Tetapi setahu saya, ada manusia yang berusaha ke arah kesempurnaan itu.

Sebab itu, persoalan yang saya timbulkan adalah, apakah kita telah berusaha untuk bersedia?

Semasa bujang kita mula jaga kekemasan, semasa bujang kita sudah usaha menyelesaikan hal Bangun Subuh, semasa bujang kita usaha memperkuatkan hubungan dengan Allah, semasa bujang kita usaha biar diri cinta dengan Al-Quran dan kebaikan, semasa bujang kita sudah usaha meninggalkan dosa-dosa dan memperkemaskan banyak amalan.

Apakah kita telah berusaha membiasakan diri kita untuk menjadi contoh?


Penutup: Saya percaya bahawa rumah tangga yang terbaik, adalah yang Allah redha

Saya percaya bahawa, rumah tangga yang terbaik adalah yang mendapat keredhaan Allah SWT. Dan saya pula percaya bahawa manusia tak akan mampu menjadi baik tanpa usaha. Sebab itu saya kira, hendak membina rumah tangga yang baik, maka manusia perlu berusaha untuk bersedia.

“Ala bro, lepas kahwin nanti baru fikir lah”

Ya. Mungkin boleh. Tetapi bagaimana agaknya kalau terlewat? Baru hendak berubah, anak dan isteri pula telah pekat dengan amal kita sebelum berubah. Bagaimana?

Mengapa bila dikurniakan masa ketika bujang, tidak kita gunakan?

“ala, benda ni benda dah kahwin la bro. Pelajar-pelajar kena fikir belajar aja”

Oho. Maaf. Guru saya kata, hal perkahwinan kena fikir semasa dari tingkatan satu lagi. Ia menjana kematangan. Bukan fikir nak kahwin dengan siapa. Tetapi fikir nak hidup macam mana lepas kahwin nanti.

Maka, apa kata kita jangan lewat-lewatkan usaha kita? Mengapa tidak dari sekarang?

Saya teringat kata-kata seorang ulama’:

“Ada beza orang yang beriman di awal Islam, dengan orang yang beriman selepas Fathu Makkah.”

Fikir-fikirkan.

“Dan (ingatlah) kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” Surah Toha ayat 132.

sumber: http://ms.langitilahi.com/perkongsian-bersedia-menjadi-suami/